Pada hari Minggu malam, dalam debat calon presiden (02.17.2009), calon presiden No. 01 Jokowi secara singkat menyebut nama TaniHub ketika membahas peran teknologi dalam pengembangan pertanian. Saat itu, Jokowi menyebut satu perusahaan fintech yang berkontribusi pada pertanian.
Perusahaan fintech ini adalah salah satu dari banyak perusahaan fintech yang bergerak dalam inovasi di bidang pertanian. Fintech atau teknologi keuangan adalah salah satu inovasi digital di bidang ekonomi. Inovasi ini dapat digunakan untuk berbagai bidang, termasuk pertanian.
Sebelum terlibat dalam pertanian, modal diperlukan untuk dapat melakukan produksi. Bagi petani, terutama mereka yang memiliki lahan kecil, akses ke modal masih sulit. Pemberian pinjaman modal kepada lembaga perbankan harus melalui administrasi dan memerlukan jaminan. Kompleksitas birokrasi sering membuat petani enggan mengajukan pinjaman dari bank. Petani sering mencari modal dari pihak lain, meskipun minat mereka tinggi. Solusi diperlukan dalam bentuk pinjaman modal alternatif yang sederhana dan bermanfaat bagi petani. Di bawah ini adalah daftar dari beberapa inovator inovatif di bidang pertanian:
Tanihub
TaniHub adalah bagian dari TaniGroup, sebuah perusahaan teknologi yang didirikan oleh Ivan Arie dan Pamitra Vinekka. TaniGroup beroperasi di dua area utama: TaniHub, sebuah perusahaan e-commerce yang secara langsung menghubungkan petani dengan pembeli perusahaan (supermarket, hypermarket, hotel dan restoran), dan TaniFund, platform crowdfunding yang menyediakan peluang investasi untuk masyarakat umum, serta pembiayaan untuk kelompok tani. Saya ingin mengembangkan bisnis saya. TaniGroup juga telah meluncurkan sejumlah program yang menargetkan usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) di bidang makanan dan minuman (F&B) dan ritel barang segar di bawah program Restopreneur, Juicepreneur dan Storepreneur.
iGrow
iGrow adalah platform untuk membantu petani lokal Andreas Sanjay, Muhaymin Iqbal dan Jim Oklahoma. Didirikan pada tahun 2014, iGrow saat ini telah membantu 2.200 petani di 1.197 hektar lahan. iGrow menyediakan dana bagi petani untuk bisa mendapatkan modal. Modal ini diterima dari orang yang berinvestasi di iGrow. Petani yang ingin menjadi mitra harus mengisi formulir terlebih dahulu. Data yang disertakan berisi informasi terperinci tentang tanah, volume, barang, dan pengalaman yang dimiliki petani. Layanan keuangan yang ditawarkan oleh iGrow aman dan telah didaftarkan dan dikendalikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain modal, iGrow juga dilengkapi dengan fitur-fitur lain yang berguna untuk meningkatkan pemahaman pertanian.
Eragano
Dimulai dengan merawat petani, Eragano hadir untuk menghadirkan optimisme pertanian terbaik. Didirikan pada 2015, Eragano telah menciptakan pertanian dengan sistem pemberdayaan. Eragano menawarkan layanan pembiayaan teknologi, budidaya dan pemasaran. Dalam hal pembiayaan, Eragano membantu petani terhubung dengan pinjaman mikro. Petani yang ingin mendapatkan pinjaman harus mengisi formulir, yang selanjutnya akan diproses oleh tim Eragano. Jika ini sesuai dengan peraturan, maka petani menerima pinjaman dengan tingkat bunga rendah. Pada saat pelunasan pinjaman, itu juga transparan dan dikendalikan oleh teknologi yang dilakukan Eragano. Karya Stephanie Jesselin dan Aris Hendravan telah membantu lebih dari 1000 petani di Sumatra, Jawa, Sulawesi, NTB, dan NTT dengan total area lebih dari 1000 hektar. Tidak hanya membantu petani, Eragano juga berperan dalam pencapaian 4-item SDG (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), yaitu: pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Сrowde
Crowde, yang didirikan pada 2015, adalah platform manajemen uang. Crowdfunding dipilih oleh Johannes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis sebagai metode crowdfunding. Pada dasarnya, Crowde akan memberikan pinjaman yang diterima dari investor. Salah satu kelebihan Crowde adalah investasi nominalnya rendah, jadi siapa pun bisa berinvestasi. Investasi dapat dilakukan melalui proyek yang diusulkan. Tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga di bidang perikanan. Dana yang terkumpul akan didistribusikan di antara petani. Petani yang menerima dana akan mulai bekerja sesuai dengan proyek yang ditentukan. Keuntungan dari panen akan melalui skema bagi hasil antara petani dan investor. Selain aset tetap, Crowde juga menyediakan layanan pemasaran. Keamanan melalui aplikasi ini telah terdaftar dan juga dipantau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).